Pengaruh Wacana Pemindahan Ibu kota Negara Pada Masyarakat Kota
Palangka Raya
(Peluang dan Tantangan Terhadap Kesejahteraan Palangka Raya)
Oleh
Djoko
Purnomo[1]
Muhammad
Bayu Heksa Putra Hermawan[2]
Abstrak
Jakarta
diketahui merupakan wilayah dengan tingkat kepadatan tertinggi di Indonesia dan
merupakan pusat pemerintahan sekaligus pusat bisnis/ekonomi di Indonesia. Hal
tersebut menimbulkan tidak terkendalinya kestabilan kondisi segala aktifitas
penduduk yang mempengaruhi sistem pemerintahan. Palangkaraya memiliki kriteria
yang bisa dibilang memenuhi syarat tercapainya solusi yang di inginkan kerena
memiliki potensi dari segi wilayah. Dari adanya analisis pemerintah pusat yang
merujuk kepada wacana pemindahan ibu kota tersebut, hal itu semakin kuat
lantaran belum lama ini Pemerintahan Provinsi Kalimantan Tengah telah
mempersiapkan lahan seluas 300.000 Hektar yang katanya untuk persiapan
pemindahan ibu kota. Dari persiapan tersebut diharapkan kota Palangka Raya mampu
menjadi solusi terbaik untuk kebijakan pemerintah pusat dan menjadi peluang
untuk pemerintah kota Palangka Raya untuk lebih meningkatkan pertumbuhan
pemerintahan yang lebih baik, serta dapat memanfaatkan kondisi tersebut dengan
baik. Adapun rumusan masalah dalam penulisan ini yaitu bagaimana peluang
tentang wacana pemindahan ibu kota Negara ke Palangka Raya, dan bagaimana
tantangan yang akan dihadapi oleh masyarakat Palangka Raya apabila menjadi ibu
kota Indonesia. Penulisan ini menggunakan metode penelitian Library research
(kajian pustaka). Penulisan karya tulis ini bertujuan untuk memaparkan
berbabagi macam pengaruh positif maupun negatif dari wacana pemerintah tentang
pemindahan ibukota Indonesia ke Palangka Raya sebagai acuan pemerintah
dalam mengantisipasi segala macam problematika yang akan terjadi serta menambah
wawasan masyarakat mengenai resiko dan
peluang dari wacana tersebut. Hasil dari penelitian ini yaitu, dengan
memperhitungkan segala resiko terhadap wacana tersebut masyarakat serta pemerintah
akan lebih siap baik secara kondisi ekonomi maupun secara moralitas. Segala
bentuk aturan yang akan diterapkan dalam wacana tersebut juga harus sesuai
dengan hukum yang berlaku di Palangka Raya serta memperhatikan kesejahteraan
masyarakat lokal. Maka wacana pemindahan ibu kota akan menggiring masyarakat
menuju kesejahteraan, terkhusus kepada kemashlahatan dan perkembangan umat
Kata Kunci : Ibu kota, Palangka Raya
[1]Mahasiswa
Fakultas Syariah IAIN Palangka Raya, Djoko Purnomo, joprnm@gmail.com, 089668844902
[2]Mahasiswa
Fakultas Syariah IAIN Palangka Raya, M. Bayu H. P. H, bayucloud@gmail.com, 085753591107
Tidak ada komentar:
Posting Komentar