Welcome Myspace Comments
MyNiceProfile.com

Jumat, 25 Mei 2018



Pengaruh Wacana Pemindahan Ibu kota Negara Pada Masyarakat Kota Palangka Raya
(Peluang dan Tantangan Terhadap Kesejahteraan Palangka Raya)
Oleh
Djoko Purnomo[1]
Muhammad Bayu Heksa Putra Hermawan[2]

Abstrak
Jakarta diketahui merupakan wilayah dengan tingkat kepadatan tertinggi di Indonesia dan merupakan pusat pemerintahan sekaligus pusat bisnis/ekonomi di Indonesia. Hal tersebut menimbulkan tidak terkendalinya kestabilan kondisi segala aktifitas penduduk yang mempengaruhi sistem pemerintahan. Palangkaraya memiliki kriteria yang bisa dibilang memenuhi syarat tercapainya solusi yang di inginkan kerena memiliki potensi dari segi wilayah. Dari adanya analisis pemerintah pusat yang merujuk kepada wacana pemindahan ibu kota tersebut, hal itu semakin kuat lantaran belum lama ini Pemerintahan Provinsi Kalimantan Tengah telah mempersiapkan lahan seluas 300.000 Hektar yang katanya untuk persiapan pemindahan ibu kota. Dari persiapan tersebut diharapkan kota Palangka Raya mampu menjadi solusi terbaik untuk kebijakan pemerintah pusat dan menjadi peluang untuk pemerintah kota Palangka Raya untuk lebih meningkatkan pertumbuhan pemerintahan yang lebih baik, serta dapat memanfaatkan kondisi tersebut dengan baik. Adapun rumusan masalah dalam penulisan ini yaitu bagaimana peluang tentang wacana pemindahan ibu kota Negara ke Palangka Raya, dan bagaimana tantangan yang akan dihadapi oleh masyarakat Palangka Raya apabila menjadi ibu kota Indonesia. Penulisan ini menggunakan metode penelitian Library research (kajian pustaka). Penulisan karya tulis ini bertujuan untuk memaparkan berbabagi macam pengaruh positif maupun negatif dari wacana pemerintah tentang pemindahan ibukota Indonesia ke Palangka Raya sebagai acuan pemerintah dalam  mengantisipasi segala macam  problematika yang akan terjadi serta menambah wawasan  masyarakat mengenai resiko dan peluang dari wacana tersebut. Hasil dari penelitian ini yaitu, dengan memperhitungkan segala resiko terhadap wacana tersebut masyarakat serta pemerintah akan lebih siap baik secara kondisi ekonomi maupun secara moralitas. Segala bentuk aturan yang akan diterapkan dalam wacana tersebut juga harus sesuai dengan hukum yang berlaku di Palangka Raya serta memperhatikan kesejahteraan masyarakat lokal. Maka wacana pemindahan ibu kota akan menggiring masyarakat menuju kesejahteraan, terkhusus kepada kemashlahatan dan perkembangan umat

Kata Kunci : Ibu kota, Palangka Raya


[1]Mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Palangka Raya, Djoko Purnomo, joprnm@gmail.com, 089668844902
[2]Mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Palangka Raya, M. Bayu H. P. H, bayucloud@gmail.com, 085753591107

Resensi Buku Dr. SABIAN USTMAN, Drs.,S.H., M.H.



RESENSI BUKU

Judul : DASAR-DASAR SOSIOLOGI HUKUM

Penulis : Sabian Utsman

Penerbit : PUSTAKA PELAJAR, Celeban Timur UH III/548 Yogyakarta

Bln/tahun terbit : April 2009 (cetakan pertama)

Jumlah halaman : 406 Hal

Perancang sampul : Joko Supriyanto


DAFTAR ISI

Bagian 1 – PENDAHULUAN

Bagian 2 – KONSEP DASAR SOSIOLOGI HUKUM.

Bagian 3 – KEGUANAAN TEORI DAN SOSIOLOGI HUKUM SEBAGAI ALAT MEMAHAMI
PERKEMBANGAN MASYARAKAT

Bagian 4 – DASAR-DASAR SOSIOLOGI HUKUM

Bagian 5 – STUDI DAN PEMIKIRAN HUKUM

Bagian 6 – ANATOMI SOSIAL DAN HUKUM

Bagian 7 - HUKUM DAN PERUBAHAN SOSIAL SERTA INTERAKSI ANTARA HUKUM NEGARA

Bagian 8 - MANUSIA, KERJA, DAN HUKUM

Bagian 9 - PROBLEMATIKA BERHUKUM DI INDONESIA

Bagian 10 - PENELITIAN SOSIOLOGI HUKUM

Bagian 11 - PROPOSAL PENELITIAN HUKUM (LEGAL RESEARCH)

Buku ini menyampaikan bagaimana peranan sosiologi hukum dalam kehidupan masyrakat yang ingin memahami hukum, dalam buku ini juga memaparkan bagaimana peranan sosiologi terhadap hukum seperti hal nya pada Bagian 3 Hal 111 disitu tertulis sosiologi hukum sebagai ilmu pengetahuan untuk memahami perkembangan masyarakat dalam kerangka terorganisir dan berproses yang harus terjadi pada masyarakat dalam studi atau interaksi. Buku ini juga menuliskan anatomi sosial dan hukum yang disitu sangat lengkap pemaparan dan penjelasannya ANATOMI SOSIAL DAN HUKUM Hal 161-180 penyampaian nya sangat terstruktur dan sangat mudha untuk di baca. Namun yang sangat menarik dari buku ini adalah pada Bagian 9 PROBLEMATIKA BERHUKUM DI INDONESIA disitu tertulis Hukum tidak bisa dielakkan selalu berkembang, namun perkembangannya tidak bisa dipastikan berkembang kepada arah-arah tertentu, tetapi yang jelas pada akhirnya juga membawa perubahan. Kita sering melihat hukum di indonesia ini sangat banyak dan ada yang tertulis dan non-tertulis seiring berkembangannya zaman sekarang malah masyarakat indonesia banyak sekali oknum-oknum yang bermain curang atau nakal pada peraturan hukum yang sudah ada contohnya saja hukuman sering tidak setimpal dengan perbuatan pelaku kriminal.

KEUNGGULAN BUKU

Ø  Buku ini mengajarkan kita bagaimana menanggapi hukum dan sosiologi, karena sosiologi hukum sangat beriringan pemahamannya.
Ø  Penjelasannya sangat lengkap dan terstruktur.

KELEMAHAN BUKU

Ada kata-kata yang tidak mudah di pahami, seharusnya untuk memperjelas dan diberikan sedikit pengertian agar yang tidak mengerti bisa mudah memahami apa yang disampaikan.

KESIMPULAN

Buku ini sangatlah bagus karena isi nya menarik untuk di baca, selain itu lewat buku ini kita bisa memahami dan mengerti sosiologi hukum disuatu negara ataupun masyarakat. Serta bisa memperdalam pengetahuan masyarakat luas mengenai sosiologi hukum.

Sabtu, 07 April 2012

Kunjungan Ke Kalteng Pos Oleh Peserta Pelatihan Jurnalistik


Kunjungan ke kalteng pos yang dilaksanakan pada hari terakhir pelatihan jurnalistik yaitu pada tanggal 7 april 2012 oleh siswa-siswi peserta pelatihan jurnal beserta guru-guru pembimbing. Tujuan kunjungan ini adalah agar siswa-siswi dapat mngetahui tata cara produksi berita di Kalteng Pos. Di dalam ruang forum diskusi Kalteng Pos peserta kunjungan  di berikan arahan-arahan serta keterangan-keterangan mengenai sejarah-sejarah berdirinya Kalteng Pos dan struktur-struktur organisasi pegawai yang ada di Kalteng Pos oleh bapak Ismail,S.E.
Setelah selesai, di bawah bimbingan guru-guru dan bapak Ismail, peserta diajak meilhat-lihat ruangan-ruangan tempat para karyawan memproduksi suatu berita sebelum di cetak menjadi Koran. Pertama, seluruh peserta diajak ke ruangan redaksi, yaitu tempat pengeditan halaman-halaman berita. Di ruangan tersebut banyak terdapat komputer-komputer yang di gunakan para karyawan untuk mengedit berita. Pertama-tama, berita di ketik ulang dan di susun halaman-halamannya sesuai dengan topik berita. Setelah tersusun  dengan baik, kemudian berita diserahkan kepada tim kreatif Kalteng Pos untuk mendiskusikan lalu menyusun peletakan-peletakan tulisan dan gambar berita sebelum dicetak. Dan juga ada karyawan yang bertugas memuat berita-berita Kalteng Pos ke dalam situs web. Setelah peserta merasa cukup menerima penjelasan, kunjungan pun di lanjutan keruangan berikutnya, yaitu ruang percetakan. Di ruangan tersebut, percetakan dilakukan dengan sebuah mesin cetak buatan India dengan berat ber ton-ton yang di import dengan alat transportasi kapal. Sehari, Kalteng Pos dapat memproduksi sekitar 1500 lembar dengan mesin tersebut.
Bapak Ismail mengatakan’’ saat melakukan percetakan pertama kali, hasil yang dibuat mesin tersebut mengalami kegagalan percetakan sebanyak 1000 lembar, tapi kegagalan itu memang wajar terjadi karena mesin harus beradaptasi terlebih dahulu untuk berhasil menangkap warna-warna dengan baik. Dan hal tersebut tidak mengalami kerugian sama sekali karena kertas-kertas yang gagal cetak tersebut akan kembali dijual ke tempat daur ulang milik Jawa Pos,  penjualan tersebut dilakukan dengan sistem per kg. Karena berat kertas yang di dapat ber ton-ton, berarti semakin mahal hasil penjualan tersebut dan membuat Kalteng Pos tidak mengalami kerugian bahkan bisa saja mendapat sedikit keuntungan’’.  
Selesai menerima penjelasan, para peserta kunjungan pun mengakhiri kunjungan di Kalteng Pos. Di luar gedung, para peserta kunjungan serta guru pembimbing berfoto-foto dengan Bapak Ismail,S.E. sebagai kenang-kenangan kunjungan.